Pkkmb day 2

 


Nama : Angga Adi Nugroho 


 Prodi : D4 keselamatan dan kesehatan kerja


Fakultas : Kesehatan 


RESUME PEMATERI MY DIGITAL PORTOFOLIO DAY 2


MATERI I

Oleh : KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim

Judul Materi = Mencetak Mahasiswa Unusa 

sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah


RESUME MATERI:

 Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan penerus dan pewaris tradisi keilmuan serta keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, mengingat afiliasi langsung universitas dengan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.


• Landasan Ideologis: Aswaja An-Nahdliyah

Aswaja (Ahlusunnah wal Jama'ah):

- Mengikuti jejak generasi terbaik (salafus shalih)

- Berpegang pada Al-Qur'an, Hadis, Ijma Ulama, dan Qiyas


• An-Nahdliyah:

- Menekankan keseimbangan (tawazun), moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan kemaslahatan (ishlah)

- Berada di tengah (menghindari ekstremisme)

- Menghormati keberagaman mazhab


• Peran Utama Mahasiswa UNUSA

 1. Penjaga Tradisi Keilmuan

- Memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU

- Menggunakan pendekatan kontekstual dalam studi


 2. Agen Moderasi Beragama

- Menolak radikalisme dan ekstremisme

- Membangun dialog antaragama dan budaya

- Menyebarluaskan Islam rahmatan lil 'alamin


 3. Pejuang Kemaslahatan Sosial

- Terlibat dalam pemberdayaan masyarakat

- Mengadvokasi isu-isu kemanusiaan

- Melakukan amar ma'ruf nahi munkar dengan bijak


 4. Inovator dalam Tradisi

- Mengadaptasi nilai-nilai Aswaja dalam konteks modern

- Mengembangkan teknologi berbasis nilai Islam

- Mempopulerkan budaya lokal sebagai dakwah kebudayaan

• Implementasi di Kampus

•Kurikulum:

- Mata kuliah wajib: Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, dan Aswaja An-Nahdliyah

Kegiatan Kemahasiswaan:

- Majelis Taklim untuk kajian keagamaan

- Lembaga Semi Otonom (LSO) seperti PMII, IPNU/IPPNU

- Festival Budaya NU (shalawatan, hadrah, dzikir)

- Kolaborasi aktif dengan kegiatan NU


•Tantangan yang Dihadapi

1.Globalisasi dan Radikalisme: Menjaga identitas Aswaja di tengah pemikiran transnasional ekstrem

2. Disrupsi Digital : Menyebarkan narasi moderat di ruang maya

3.Relevansi Pemuda: Membuktikan Aswaja sebagai solusi masalah modern


• Kesimpulan

Mahasiswa UNUSA adalah "Generasi Harapan" yang bertugas:

- Menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah

- Mengimplementasikan prinsip moderat, toleran, dan maslahah

- Mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman

Mereka menjadi jembatan antara warisan ulama Nusantara dan masa depan Indonesia yang berkeadilan, beradab, dan berkepribadian Islam, sesuai misi NU untuk "nguri-uri yang shalih dan ngembangke yang aswaja."


MATERI II

Oleh :  Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA

JUDUL MATERI : Generasi Muda

Berintegritas Anti Korupsi

Resume materi : 

Korupsi adalah kanker bangsa yang merampas hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Generasi muda memiliki peran penting karena mereka adalah calon pemimpin masa depan yang kritis, idealis, kreatif, serta berpotensi menjadi agen perubahan. Untuk itu, integritas menjadi senjata utama, yang diwujudkan melalui kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, keadilan, keberanian, dan kemandirian.


Generasi muda dapat melawan korupsi dengan langkah nyata, mulai dari diri sendiri, menolak praktik kecil yang koruptif, hidup sederhana, hingga ikut aktif dalam edukasi, sosialisasi, serta organisasi anti korupsi. Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk pengawasan publik, transparansi, dan solusi digital. Selain itu, mereka bisa berpartisipasi dalam forum pembangunan, menggunakan hak pilih dengan bijak, serta menjadi teladan melalui prestasi tanpa korupsi.


Meski tantangan seperti budaya jalan pintas, tekanan ekonomi, pengaruh lingkungan, dan rasa takut melapor masih kuat, generasi muda tetap memiliki potensi besar untuk membawa perubahan. Dengan integritas baja dan tekad kuat, mereka dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan bebas korupsi.


MATERI III


Oleh : Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes

JUDUL MATERI : Pengenalan 

Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Dan 

Perwujudan Indonesia Emas


Resume materi : 

Peran K3 Lingkungan dalam Indonesia Emas 2045

Mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan tenaga kerja yang produktif, sehat, dan berdaya saing global. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi fondasi utama untuk melindungi pekerja, menjaga keberlanjutan industri berwawasan lingkungan, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif pembangunan. Implementasi K3 juga menciptakan citra positif Indonesia di mata dunia, sehingga mampu menarik investasi hijau yang mendukung pembangunan berkelanjutan.


* Potensi Bahaya dan Risiko

Dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari, bahaya bukanlah kecelakaan itu sendiri, melainkan faktor penyebab yang dapat menimbulkan kerugian bila tidak dikendalikan. Potensi bahaya dapat muncul dari berbagai sumber:

•Fisika: kebisingan, radiasi, getaran, suhu ekstrem.

• Kimia: paparan bahan beracun, mudah terbakar, atau korosif.

• Biologi: bakteri, virus, jamur, dan parasit.

• Mekanik: mesin dengan bagian bergerak, alat tajam, kendaraan.

• Psikososial: stres kerja, beban berlebih, hingga konflik interpersonal.

Karena itu, setiap individu perlu memahami bahaya di sekitarnya, baik di tempat kerja, kampus, maupun di rumah. Misalnya, korsleting listrik, kebakaran karena lupa mematikan kompor, keracunan gas, hingga cedera 

akibat benda tajam.


media sosial UNUSA

- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb

- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/

- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official

- Twitter ( X ) :https://x.com/unusa_official?lang=en

- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official


Lihat juga blog teman saya : 

https://alfisahrin249.blogspot.com/2025/09/my-di-gital-protofolio-hari-ke-2.html




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pkkmb day 1

Unusa Konsisten Berikan Pengalaman Berbeda Bagi Camaba